1. Dokumen Sulit Dicari
Dokumen biasanya disimpan secara manual di lemari, box arsip, komputer pribadi, atau folder yang tidak terstruktur.
Dampak:
Membutuhkan waktu lama mencari dokumen
Menghambat pekerjaan operasional
Menurunkan produktivitas karyawan
5. Proses Approval Lambat
Approval masih menggunakan Kertas,Email manual,Atau tanda tangan fisik.
Dampak:
Proses bisnis menjadi lambat
Sulit memonitor status approval
9. Sulit Saat Audit dan Compliance
Dokumen pendukung audit sering Tidak lengkap,Sulit ditemukan,Atau tidak terdokumentasi dengan baik.
Dampak:
Menghambat proses audit
Risiko temuan audit lebih besar
2. Risiko Kehilangan Dokumen Tinggi
Tanpa sistem tracking dan monitoring, dokumen sering Salah penempatan, Hilang,Tertukar, Atau tidak diketahui keberadaannya.
Dampak:
Risiko kehilangan data penting
Potensi masalah hukum dan audit
6. Human Error Tinggi
Penginputan dan pencatatan manual sering menyebabkan Salah input data,Dokumen duplicate,Metadata tidak konsisten.
Dampak:
Data tidak akurat
Sulit melakukan validasi
10. Tidak Ada Backup Dokumen
Dokumen hanya tersedia dalam bentuk fisik atau tersimpan lokal.
Dampak:
Risiko kehilangan permanen akibat:
Kebakaran,
Banjir,
Kerusakan perangkat,
Virus/ransomware.
3. Tidak Ada Tracking Peminjaman Dokumen
Perusahaan sulit mengetahui Siapa yang meminjam dokumen,Kapan dipinjam,Dan kapan harus dikembalikan.
Dampak:
Dokumen sering tidak kembali
Sulit melakukan kontrol arsip
7. Tidak Ada Standarisasi Arsip
Setiap departemen menyimpan dokumen dengan cara berbeda.
Dampak:
Struktur arsip tidak seragam
Sulit dilakukan pencarian dan audit
11. Tidak Ada Integrasi Antar Departemen
Dokumen tersebar di banyak lokasi dan sistem berbeda.
Dampak:
Data tidak sinkron
Proses kerja tidak efisien
4. Penumpukan Arsip Fisik
Dokumen terus bertambah tanpa sistem pengelolaan yang baik.
Dampak:
Membutuhkan ruang penyimpanan besar
Area kantor menjadi tidak efisien
Biaya penyimpanan meningkat
8. Keamanan Dokumen Rendah
Dokumen penting dapat diakses siapa saja tanpa kontrol.
Dampak:
Risiko kebocoran data
Dokumen rahasia tidak terlindungi
12. Sulit Mengelola Dokumen Volume Besar
Ketika jumlah dokumen meningkat, pengelolaan manual menjadi tidak efektif.
Dampak:
Arsip tidak terkontrol
Retrieval semakin lambat
REGULASI ARSI DIGITAL UNDANG UNDANG DI INDONESIA
Implementasi sistem arsip digital dan Document Management System (DMS) di Indonesia didukung oleh berbagai regulasi pemerintah yang mengatur pengelolaan dokumen elektronik, keamanan data, dan tata kelola arsip perusahaan.
Solusi yang Kami Tawarkan
Centralized Document Management
Seluruh dokumen perusahaan tersimpan dalam satu sistem terpusat sehingga lebih mudah diakses, dicari, dan dikelola.
Workflow Approval Digital
Otomatisasi proses approval dokumen secara realtime.
Multi-level approval
Email & WhatsApp notification
Approval tracking
Digital workflow automation
Smart Search & OCR AI
Pencarian dokumen menjadi lebih cepat dengan teknologi OCR AI dan full text search.
Search by keyword
Search by metadata
OCR text recognition
Intelligent document classification
Digital Archive & Paperless Office
Digitalisasi arsip fisik untuk mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi ruang penyimpanan.
Scan dokumen
Digital repository
Electronic archive
Cloud & on-premise storage